BELAJAR SHALAT DARI DARAH KITA
Darah merupakan salah satu komponen vital di dalam tubuh manusia. Tanpa darah manusia tidak akan bertahan hidup. Darah hampir sama dengan Shalat dalam kehidupan kita. Tanpa Shalat, manusia ibarat telah mati dari fungsinya sebagai manusia karena manusia tidak akan bisa menjalankan fungsinya sebagai khalifah di muka bumi ini tanpa shalat. Shalat merupakan amalan yang paling utama yang akan di hisab pertama kali di alam barzakh nanti.
Islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin
yang diturunkan melalui Muhammad Rasulullah Saw untuk seluruh umat
manusia. Islam juga merupakan agama hikmah yang mewajibkan pengikutnya
mengambil hikmah dari segala kejadian yang ada di muka bumi ini.
“Dan
Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan
sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan
berpasang-pasangan Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya
pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum
yang memikirkan” (Ar Ra’d Ayat: 3)
Dari ayat di atas, dapat kita
ketahui secara langsung tanpa harus mengambil makna tersirat, karena
sudah tersurat dengan jelas bahwa segala sesuatu kejadian, baik yang
kita sadari maupun yang tidak kita sadari merupakan tanda-tanda yang
diberikan oleh Allah untuk kita ambil hikmahnya.
Shalat merupakan
tiang agama Islam di mana Islam tidak akan bisa ditegakkan tanpa shalat.
Tanpa shalat, Islam bukanlah Apa-apa karena dari Hadits Rasulullah Saw,
yang membedakan umat Islam dengan Umat non Islam hanyalah dari
shalatnya. Wajah, pakaian, kebiasaan, rumah, tempat tinggal dan masih
banyak lagi bisa saja sama dengan umat yang lain. Tetapi, shalatlah yang
menjadi pembeda antara semuanya itu.
Darah merupakan salah satu
komponen vital di dalam tubuh manusia. Tanpa darah manusia tidak akan
bertahan hidup. Darah hampir sama dengan Shalat dalam kehidupan kita.
Tanpa Shalat, manusia ibarat telah mati dari fungsinya sebagai manusia
karena manusia tidak akan bisa menjalankan fungsinya sebagai khalifah di
muka bumi ini tanpa shalat. Shalat merupakan amalan yang paling utama
yang akan di hisab pertama kali di alam barzakh nanti.
Darah
berfungsi sebagai pertahanan tubuh dari serangan bibit penyakit. Dalam
darah ada dikenal dengan istilah leukosit (sel darah putih). Dalam
kehidupan sehari-hari, leukosit dapat kita ibaratkan dengan tentara yang
berfungsi sebagai pertahanan pertama jika ada serangan dari musuh.
Demikian juga dengan leukosit, segala bibit penyakit yang masuk ke dalam
manusia baik itu dari luka yang kotor, makanan, udara, maupun kulit,
maka bibit penyakit tersebut akan berhadapan langsung dengan leukosit.
Darah (leukosit) juga membentuk imunitas tubuh (kekebalan tubuh) yang
berfungsi sebagai pertahanan tubuh dari bibit penyakit untuk jangka
panjang.
Sabda Rasulullah Saw. “Bagaimana pendapat kamu sekalian,
seandainya di depan pintu masuk rumah salah seorang di antara kamu ada
sebuah sungai, kemudian ia mandi di sungai itu lima kali dalam sehari;
apakah masih ada kotoran yang melekat di badannya?” Para sahabat
menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotoran di badannya.” Bersabda
Rasulullah SAW, “Maka begitu pulalah perumpamaan shalat lima kali
sehari semalam; dengan shalat itu, Allah akan menghapus semua dosa.”
(Muttafaq ‘alaih)
Dari hadits tersebut bisa diambil makna bahwa
shalat berfungsi sebagai pembersih diri dari dosa-dosa yang telah
diperbuat. Di ibaratkan dengan mandi lima kali sehari, tidak akan
tersisa sedikit pun kotoran di dalam dirinya. Salah satu fungsi shalat
juga adalah menghindarkan diri dari perbuatan munkar. Sadar tidak sadar,
shalat yang diwajibkan oleh Allah Swt melindungi kita baik di dunia
maupun di akhirat.
Darah menjaga stabilitas jaringan di dalam tubuh dan menghindari kerusakan jaringan.
Fungsi
shalat yang lain adalah menambah kebugaran tubuh. Shalat menjaga
kesehatan orang yang melaksanakannya, karena gerakan shalat yang
dilakukan merupakan gerakan yang tidak sia-sia. Mulai dari gerakan
Takbiratul Ikhram sampai pada salam merupakan gerakan yang berfungsi
menjaga stabilitas tubuh. Misalnya gerakan sujud, yang diakui pada
peneliti neurologi (ilmu tentang saraf) mampu mengalirkan darah ke
bagian otak yang tidak akan teralirkan oleh darah dalam kondisi biasa.
Apa fungsinya? Ternyata kecerdasan seseorang itu ditentukan banyak
tidaknya hubungan antar saraf di otak kita. Dengan cara sujud, secara
tidak langsung membantu otak kita untuk mengolah kecerdasan dan
keterampilan kita juga.
Dalam darah terdapat trombosit yang menutup luka jika terjadi pendarahan pada jaringan.
Fungsi
shalat yang lain adalah menimbulkan ataupun memunculkan rasa tenang dan
damai di dalam jiwa. Jiwa yang terguncang maupun terluka dapat diobati
dengan shalat. Karena dalam shalat kita akan berjumpa dengan Sang Maha
Pemilik jiwa-jiwa kita. Sang Maha Pemilik merupakan dokter mutlak dari
jiwa kita, karena hanya Dialah yang bisa menentramkan Jiwa kita.
Demikian
wahai saudaraku. Segala sesuatu di dalam kehidupan kita harus kita
ambil hikmahnya untuk pembelajaran bagi kita agar menjadi orang yang
lebih bijak.
Wallahu’alam Bi Showab.
